Kami berada disini, kekasihku, kesaksian-Mu
Kami meminta perlindungan dari pesona-Mu
Semoga engkau memberiku apa yang ingin aku raih
Rengkuh, gapai sebagai titik akhir makna hidupku
O, Engkau Tuhan langit dan bumi yang bersinar
Ketika kami redup dalam simpuh-Mu
Sebagaimana engkau bersinar di depan para malaikat
Dan setan remuk bentuk dari api-Mu
Aku adalah bentuk turun Adam hadir dalam wicara-Mu
Engkau telah memberiku kehidupan
Ketika mereka menangkap, menuduh, dan mencemoohku
Aku hanya sendiri mengarungi waktu laut-Mu
Dalam bentuk yang indah dan menakjubkan
Aku rela di siksa oleh tangan-tangan besi
Untuk mengucapkan yang memberiku kehidupan
Aku rela ditawan, dipenjara, diadili, dan kemudian dihukum cambuk
Darahku mengalir bagai gurun, ditengah gelombang sungai Trigis
Tidak, tidak mungkin aku menyembunyian-Mu dari jiwa-Ku
Untuk memiliki-Mu semata. Aku rela hilang bentuk wujudku
Aku menangis kepada-Mu, bukan untuk diriku sendiri
Tetapi bagi jiwa-jiwa yang merindukan-Mu, yang saksinya
Aku sendiri, sekarang sampai kepada-Mu. Saksi keabadian
Dikutip dari ucapan Abu Mansur Al-Hallaj
No comments:
Post a Comment